![]() |
Foto: Lalu Muhammad Irwan selaku Sekdis Dinas PMD Lotim (Sabtu, 20/06/2020) |
Lombok Timur, Selaparangnews.com - Sejak 2019 lalu, upaya menekan angka stunting di Lombok Timur begitu masif di galakkan. Pendataan, sosialisasi, dan langkah antisipasi lainnya, terus di lakukan oleh Pemerintah Lombok Timur.
Kini setelah pandemi Covid-19 melanda, semua perencanaan ihwal konvergensi stunting menjadi tertunda.
Walau demikian, Beberapa OPD di Lombok Timur kelihatannya mulai gotong royong untuk menuntaskan stunting pada era new normal ini.
Lalu Muhammad Irwan selaku Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menyampaikan bahwa tugas PMD disini terbatas, hanya mengedukasi Desa, supaya menyalurkan anggaran Dana Desa untuk program stunting sebesar 20 % saat sebelum Covid-19 namun setelah Covid-19 ada Perbup (Peraturan Bupati) baru yang tidak menekankan 20% dari Anggaran Dana Desa (ADD).
"Kami lebih banyak menekankan agar Desa bisa mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk kegiatan stunting", ungkapnya kepada wartawan selaparangnews. (19/06/20)
Tak hanya itu, Irwan yang juga mantan Camat Sukamulia juga menyampaikan bahwa Dinas PMD memiliki dua program yakni "Sosialiasi Perda dan Perbup, karena kalau mengenai stunting ia memiliki regulasi sendiri.
Mengenai data jumlah stunting, Dinas PMD tidak memiliki data keseluruhan, sebab, data di kelola oleh Dinas Kesehatan.
"kami di Dinas PMD hanya dapat di Kecamatan Jerowaru seperti di desa Pandan Wangi, Batu Nampar dan Batu Nampar Selatan. Kenapa demikian karena kami di masing-masing Dinas sudah ada pembagian Khusus wilayah binaan" sambungnya
"Satu masalah kalau dibahas bersama dikerjakan bersama atau gotong royong, masalah akan cepat terselesaikan,", tambahnya.
Senada dengan Irwan, Mahallil Ulil Amri, S.kep, M. Kes,. M.M selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur juga menyampaikan bahwasanya persoalan stunting ini memang merupakan kegiatan yang dilakukan melalui lintas program dan lintas sektoral.
"Terkait dengan lintas sektoral tadi seperti keterlibatan PKH, lintas sektoral OPD yang lain tetap di butuhkan, sedangkan di lintas program ini kita melakukan yang di namakan intervensi spesifik dengan tentu memenuhi kebutuhan-kebutuhan bagaimana seharusnya kebutuhan gizi yang di butuhkan oleh anak-anak stunting" tutupnya. (SN-07)