![]() |
Foto: Kebun Raya Lemor Kec. Suela |
Lombok Timur,
Selaparangnews.com
- Siapa yang tidak tahu Kebun Raya Lemor (KRL) lazimnya disebut Lemor, banyak
orang mengetahuinya hanya tempat pemandian semata tanpa ada sesuatu yang lebih
menarik didalamnya, namun sangkaan tetap sangkaan, bahkan mungkin banyak yang
belum tahu mengapa Kebun Raya Lemor banyak ditumbuhi Pohon mangga, mengapa
tidak durian, apel, atau buah lainnya.
Edi
Hamdani, S,P Kepala UPT Kebun Raya
menceritakan jika KRL tersebut awalnya adalah kebun Dinas Pertanian yang
memang menyiapkan komoditas mangga saat itu, seiring berjalannya waktu, dan
Lemor beralih menjadi Kebun Raya, pohon mangga yang menjuntai dan tumbuh subur
dihajatkan sebagai naungan sementara untuk semua orang yang ingin berteduh,
sembari menunggu tanaman koleksi tumbuh dan besar.
“Sebenarnya
ini adalah kebun Dinas Pertanian, kebetulan Dinas Pertanian komoditasnya mangga,
seiring waktu pengalihan lahan mejadi areal kebun raya, mangganya masih ada dan
kita manfaatkan sebagai naungan sementara, dan kalau tanaman koleksi, sudah
mulai tumbuh besar mangganya akan kita kurangi,’’ paparnya. Selasa (21/07/2020)
Edi
melanjutkan, jika tanaman koleksi sampai 2020 ini sudah mencapai 379 jenis
tanaman, seperti halnya, Anggrek, Begonia, Durian Gundul, dan sebagainya. “Tanaman
koleksi yang ada di kebun raya Lemor sampai tahun 2020 ini sudah 379 jenis,
diantaranya adalah Anggrek, Begonia, Durian Gundul, dan sebagainya. Adapun
spesimen yang sudah tertanam di Kebun Raya itu kurang lebih 1720 spesimen,”
sebutnya
Ia
pun kembali menuturkan, dari lahan seluas 124,9 hektar sesuai SK Bupati, baru
20 Hektar yang mampu dikelola dengan 4 jumlah bangunan koleksi yakni, taman
tematik anggrek, taman tematik pendidikan, taman tematik buah lokal dan taman
tematik pewarna alami.
“Dari
124,9 hektar luas arel kebun raya, baru 20 hektar yang bisa kami kelola”
tutupnya. (CR.SN-09)