![]() |
H. Supardi, S.ST, SKM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Timur |
Ia megakui belum mengetahui
detail skema dan sistem dari pembagian BLT untuk para pekerja khususnya di
wilayah Lotim.
Sampai saat ini Supardi hanya
mendengar sekilas informasi tersebut melalui media, “Bagaimana Petunjuk
Tehnisnya juga kita belum ketahui,” katanya. Dia berharap Program tersebut bias
terealisasi
Disnakertrans Lotim sendiri sudah
mempersiapkan strategi jika nanti pemerintah membutuhkan data pekerja Lotim yang
bergaji 5 juta perbulan “Nanti kita akan telusuri di masing-masing perusahaan
untuk mendapatkan detailnya,” ucap Supardi.
Supardi juga menegaskan jika saat
ini memang perlu adanya dana stimulan bagi pekerja di wilayah Lotim, karena
pada masa pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah akan tentu
berdampak bagi gaji setiap pekerja atau karyawan.
Untuk diketahui bahwa saat ini
terdapat 13,8 juta pekerja diseluruh Indonesia yang masih aktif terdaftar di
BPJS Ketenagakerjaan selain pekerja PNS dan BUMN. Dengan skema yang dirancang
yakni membagikan BLT sebesar 2.400.000 perempat bulan kepada pekerja dan
masing-masing akan mendapatkan 600 ribu perbulan.
Terpisah, salah satu karyawan
staf admin di CV. Hidayat berlokasi di Kec. Sikur yang bergerak dibidang
distributor pupuk mengaku bahagia jika benar nantinya informasi pembagian BLT
tersebut terlaksana bagi pekerja bergaji dibawah 5 juta perbulan, “Saya
menyambut baik jika benar demikian,” kata Azmi
Azmi yang saat ini bergaji
1.200.000 perbulan merasa pemerintah sudah melakukan hal yang benar dalam hal
ini. Sebab, melihat karyawan dimasa pandemi saat ini memang sangat membutuhkan
kepedulian pemerintah untuk menggerakan perekonomiannya.
“Semoga saja itu bukan hanya
sekedar rancangan, agar kami tidak merasa diberikan harapan palsu,” tandas
Azmi. (SN-06)