Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Tertunda, Pasar Sembalun di Lotim Akan Segera Ditender

Thursday, August 6, 2020 | August 06, 2020 WIB Last Updated 2021-04-15T10:37:22Z

Hj. Masnan, Kepala Disperindag Lotim

Lombok Timur, Selaparangnews.com -  Rencana pembangunan pasar Sembalun  di Lombok Timur tinggal menunggu  surat perintah dari kementerian.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, Hj. Masnan bahwa sebenarnya pembangunan pasar Sembalun itu akan mulai dikerjakan akhir bukan Juli kemarin.

Tapi karena adanya pergantian pejabat di lingkup kementerian maka terjadi perubahan kebijakan. Dan dalam kebijakan yang baru itu,  pembangunan pasar di Sembalun baru bisa dimulai bulan Agustus ini. 

Dia mengaku bahwa pembangunan pasar Sembalun itu sangat penting bagi masyarakat, mengingat keadaan di sana yang belum memiliki pasar, sehingga realisasinya harus segera dilakukan.

Tidak hanya itu, Hj. Masnan juga mengaku telah banyak mendengar sendiri keluhan masyarakat terkait keberadaan pasar di wilayah Sembalun. "Kami sekarang tinggal menunggu surat dari kementerian, setelah itu baru ditender" Ungkapnya. Rabu (05/08/2020).

Dia berharap, proyek itu sudah bisa di tender pada Agustus ini dan pada bulan Desember mendatang semuanya sudah selesai dikerjakan.

"Harapan kami Desember ini proyek itu harus selesai kontrak" ucapnya sembari mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak ULP Lotim agar segera melakukan pelelangan setelah ada rambu-rambu dari kementerian.

Dia mengaku, hal itu dilakukan supaya kejadian tahun lalu tidak terulang kembali. Dia akan berupaya supaya waktu tender yang tersedia tidak terlalu singkat sebagaimana pada  kejadian sebelumnya.

"Makanya saya tidak ingin hal ini seperti tahun lalu, waktu tender hanya dua minggu. Siapa yang siap" jawabnya ketika ditanya kapan perkiraan proyek pembangunan pasar Sembalun itu akan ditender.

Mengenai Anggaran untuk pembangunan pasar Sembalun itu, Hj. Masnan menyebutkan bahwa itu adalah dana TP (Tugas Pembantuan) dari kementerian sebanyak Rp. 2,7 M yang akan dibangun di atas tanah seluas 70 Ha lebih.

"Pasar ini akan dibangun di lokasi pasar yang gagal lelang tahun lalu itu" tutupnya.  (SN-05)


×
Berita Terbaru Update