Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Sukiman Imbau Warga Lotim Tak Mudik Lebaran, Ini Alasannya

Wednesday, April 21, 2021 | April 21, 2021 WIB Last Updated 2021-04-21T11:14:12Z

Foto: Didampingi Kapolres, Pejabat Kodim dan sejumlah Pimpinan OPD, Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy mengikuti Rakor Pengamanan Menjelang Hari Raya Idul Fitri

Lombok Timur, Selaparangnews.com - Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy mengimbau masyarakat Lombok Timur yang ada di daerah lain, agar menahan diri untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini.


Dia menyarankan untuk bersilaturahmi dengan memanfaatkan sarana yang ada seperti teknologi video call (Panggilan Video). 


“Kalau bisa jangan pulang dulu, apalagi melakukan pertemuan dalam kelompok yang besar” pesannya. Rabu, 21/04/2021, pasca menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1442 H bersama Kapolri, Panglima TNI, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Menteri Agama, dan Kepala BNPB melalui video konferensi di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Lombok Timur.



Kegiatan itu juga turut dihadiri oleh Kapolres Lombok Timur dan pejabat perwakilan Kodim 1615 Lombok Timur, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, dan Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukiman menyampaikan bahwa  salah satu yang perlu diwaspadai menjelang Idul Fitri adalah arus mudik lebaran. Hal ini sejalan dengan penekanan pada rapat tersebut.


Jika dilihat dari perkembangan kasus meninggal, kata Bupati,  usia yang paling rentan adalah lansia. Sementara kegiatan mudik  itu sendiri, lanjutnya, cenderung dilakukan masyarakat untuk mengunjungi orang tua di kampung yang nota bene merupakan lansia.


"Hal ini tentunya akan menimbulkan risiko, baik bagi orang yang berkunjung maupun dikunjungi," imbuhnya.


Bupati memastikan, pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendukung pencegahan terhadap peningkatan laju penambahan kasus Covid-19. Hal itu, katanya, menjadi bagian dari upaya pengamanan arus mudik dan idul fitri tahun ini.


"Peningkatan kasus Covid-19 memang masih menjadi perhatian utama Pemerintah," tambahnya.


Saat rakor tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa salah satu penyebab meningkatnya angka covid secara drastis di negara-negara lain adalah kelalaian, baik pemerintah maupun masyarakat dalam melaksanakan protokol Kesehatan.


Selain itu kata Kapolri juga karena diperbolehkannya aktivitas yang melibatkan perkumpulan manusia dalam skala besar atau massive. “Hal ini tentunya menjadi catatan bagi pemerintah agar mengantisipasi laju pertumbuhan covid-19 di Indonesia yang semakin meningkat," tegasnya.


Karena itu, Kapolri mengimbau setiap wilayah untuk membantu penekanan angka penyebaran covid-19 ini dengan beberapa cara, di antaranya mengelola dan menjaga arus mudik.


Kepolisian, lanjutnya, akan melaksanakan tiga kegiatan di seluruh wilayah, yaitu: Operasi keselamatan yang dilaksanakan pada 12-25 April 2021; Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, dilaksanakan pada 26 April -5 Mei; serta Operasi Ketupat pada 6-17 Mei.


Kapolri berharap Pemerintah Daerah bisa memanfaatkan kegiatan operasi keselamatan untuk betul-betul melakukan sosialisasi secara masif tentang larangan mudik.


“Masyarakat harus diberikan gambaran bahwa angka covid sampai saat ini masih tinggi terutama dampaknya terhadap lansia, dan tentunya mengingatkan kembali tentang protokol Kesehatan,” pungkasnya. (yns)

×
Berita Terbaru Update