![]() |
Potongan surat edaran Kabid SMK Dikbud NTB terkait perpanjangan waktu tes fisik untuk pendaftar SMK |
SELAPARANGNEWS.COM - Animo masyarakat yang mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) setiap tahun selalu meningkat. Bahkan saat ini dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK sudah sampai tahap tes fisik dan verifikasi sekolah yang dimulai dari tanggal 5-10 Juni 2023.
Kendati demikian, dalam proses tersebut masih banyak yang belum melakukan tes fisik sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memperpanjang tes fisik dan verifikasi sekolah sampai tanggal 13 Juni 2023.
"Perpanjangan waktu pelaksanan tes fisik SMK sesuai dengan surat edaran nomor 422.1/139. SMK/Dikbud kepada semua KCD Dikbud se-NTB, Kepala SMKN se-NTB dan calon peserta didik baru," kata M. Khairul Ihwan Kabid SMK Dikbud NTB lewat siaran tertulis yang diterima media ini. Senin, (12/06/2023).
Sebelumnya, Ihwan mengatakan bahwa peminat SMK yang masuk dalam aplikasi Dikbud NTB mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Sejumlah sekolah telah melaporkan peningkatan pendaftar yang signifikan, kalau dipresentasikan kurang lebih 60 % dari tahun-tahun sebelumnya.
"Seperti SMKN 1 Selong yang sudah mencapai angka 600 pendaftar, SMK 3 Mataram 800 pendaftar, bahkan SMK 5 Mataram yang dulunya sepi peminat sekarang sudah mencapai angka 300an," ucap
Tak hanya SMK yang ada di perkotaan, bahkan SMK yg berada di pelosok-pelosok melaporkan pada hari pertama PPDB terjadi peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan tahun lalu.
Menurutnya Peningkatan ini tak lepas dari pembuktian capaian program SMK Gemilang Karya, yang telah banyak menorehkan inovasi pembelajaran, misalnya, kendaraan listrik, mesin-mesin pengolahan, batik, sampai pada produk kayu.
"Alhamdulillah masyarakat sudah sadar bahwa masa depan itu terletak pada Kompetensi dan Keahlian," ujarnya.
Diakhir masa Pemerintahan pak Gubernur tentunya ini merupakan hadiah terindah, karena visi-misi Industrialisasi di NTB, semakin tampak didepan mata serta akan segera terwujud, terbukti dengan banyaknya lulusan SMK Mulai bekerja di beberapa perusahaan industri di NTB bahkan sampai luar Daerah.
"Kalau tidak terbukti, tentu tidak mungkin orang tua ramai-ramai memasukkan anaknya di SMK," pungkasnya. (Yns)